Gaji Ditunggak, Shahar Ginanjar Beberkan Kronologi hingga Pemain Kalteng Putra Dilaporkan ke Polisi

Kiper Kalteng Putra, Shahar Ginanjar, saat hadir dalam sesi jumpa pers dalam permasalahan penunggakan gajinya di Network Plus, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2024).

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM

Kiper Kalteng Putra, Shahar Ginanjar, saat hadir dalam sesi jumpa pers dalam permasalahan penunggakan gajinya di Network Plus, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (2/2/2024).

BOLASPORT.COM – Kapten Kalteng Putra Shahar Ginanjar membeberkan permasalahan pemain Kalteng Putra yang ditunggak gajinya. Tetapi, justru dilaporkan ke polisi karena pencemaran nama baik.

Mantan pemain Persija Jakarta ini mengatakan bahwa sebenarnya pemain Kalteng ini sudah tak menerima gaji dari ada yang selama dua bulan hingga tiga bulan.

Shahar dan 28 pemain lain mengaku tim Kalteng Putra tak membayarkan haknya yakni soal gaji.

Polemik ini mencuat dan jadi perbincangan memang setelah 29 pemain sepakat untuk menolak bermain karena belum juga menerima gaji.

Baca Juga: Liga 2 – PSCS Cilacap Menang WO atas Kalteng Putra, 3 Klub Dipastikan Degradasi ke Liga 3 

Pemain berusia 33 tahun itu mengutarakan kronologi permasalahan penunggakan gaji tersebut hingga berujung dilaporkan ke polisi.

Shahar mengatakan bahwa persalahan penunggakan gaji ini sebenarnya sudah terjadi sejak November lalu.

“Jadi di putaran kedua Liga 2 itu kita bertanding terakhir di Sulut United, pada 10 November dan itu kita belum mendapatkan gaji,” ujar Shahar Ginanjar kepada awak media termasuk BolaSport.com di Kantor APPI, Jakarta, Jumat (2/2/2024).

“Kita saat itu memutuskan pulang karena setelah itu libur dan pelatih mengatakan baru mulai latihan pada tanggal 20-an sambil menunggu gaji dibayar.”

“Akan tetapi, sampai pergantian tahun, sampai kita akan menghadapi play-off degradasi, akhirnya tanggal 2 Januari kami baru menerima gaji dan manajemen mengirimkan bukti pengiriman,” jelasnya.

Kata PSSI Terkait Bentrokan Suporter Persib dengan Polisi di Markas Dewa United

Oknum suporter Persib Bandung dihadang pihak kepolisian di area luar Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (26/11/2023).

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM

Oknum suporter Persib Bandung dihadang pihak kepolisian di area luar Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (26/11/2023).

BOLASPORT.COM – Anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, buka suara terkait bentrokan suporter saat laga Dewa United vs Persib Bandung.

Pada laga yang digelar di Indomilk Arena, Minggu (26/11), bentrokan pecah di depan stadion.

Kejadian ini terjadi saat ada suporter Persib nekat hadir ke markas Dewa United.

Bahkan, ada ribuan suporter yang menunggu untuk bisa masuk ke stadion.

Sebelumnya, melalui unggahan di media sosial, Dewa United mengumumkan bahwa laga akan berjalan tanpa suporter.

Dari pantauan BolaSport.com, bentrokan terjadi pada pukul 19.09 saat suporter tim Maung Bandung memaksa masuk dan mencoba membobol pagar pembatas.

Pihak kepolisian akhirnya menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Baca Juga: Bojan Hodak Pede Persib Bisa Kunci Posisi Empat Besar, Tumbangkan Dewa United Jadi Modal

Arya Sinulingga menjelaskan, pihaknya langsung bergerak untuk menangani masalah tersebut.

Salah satunya dengan berkomunikasi dengan Presidium Nasional Suporter Sepak Bola Indonesia (PNSSI).